Dalam dunia farmasi obat dapat dikelompokkan berdasarkani jenis atau golongan. Ada obat herbal, obat bebas, obat keras hingga obat khusus yang diperoleh dari dokter. Beberapa obat dapat dibeli dengan bebas di warung, toko obat atau apotik, namun  obat lainnya hanya bisa didapatkan di apotik berdasarkan resep dokter.

Obat dapat kita ketahui jenis atau golongannya melalui lambang yang ada pada kemasan obat. Di setiap kemasan obat terdapat sebuah simbol tertentu, mulai dari simbol berwarna hijau, biru dan merah.

Berikut 7 logo obat beserta penjelasannya :

Jamu memiliki logo tumbuhan atau pohon berwarna hijau dengan lingkaran hijau dengan tulisan jamu dibahagian bawah logo. Sediaan farmasi jenis ini dapat diperoleh secara bebas . Obat jenis herbal ini terbuat dari tumbuhan atau tanaman yang telah diolah untuk mendapatkan khasiatnya sesuai dengan prosedur keamanan. Contoh sediaan : Tolak Angin, Antangin
Obat Herbal Terstandar (OHT) memiliki logo Lambang tiga bintang dengan lingkaran hijau dan latar belakang kuning. OHT ini lebih bagus daripada obat herbal biasa, karena OHT telah melalui proses pre-klinik untuk mengetahui khasiatnya. Proses produksi menggunakan teknologi tinggi sehingga obat lebih  higienis. Selain itu juga telah dilakukan uji toksisitas dan kronisnya.
Contoh OHT : Kiranti dan Diapet
Fitrofarmaka mempunyai lambang krital es berwarna hijau dengan lingkaran hijau dan latar belakang kuning. Berbahan dasar herbal yang alami dioleh menggunakan teknologi tinggi, telah dibuktikan secara klinis dengan bukti ilmiah. Pengujian obat fitofarmaka juga telah melibatkan manusia dengan kriteria ilmiah dan mengikuti protokol uji yang telah disetujui.
contoh sediaan :Stimuno
Obat Bebas memiliki logo lingkaran berwarna hijau dengan pinggiran hitam . Obat ini dapat diperjual belikan secara bebas pada masyarakat tanpa harus mendapatkan resep dari dokter.
Contoh obat :  Paramex, Panadol dan sejenisnya.
Obat Bebas Terbatas memiliki logo lingkaran biru dengan pinggiran hitam. Obat golongan ini dapat diperoleh tanpa harus menggunakan resep dari dokter. Diperlukan kehati-hatian untuk mengkonsumsi obat jenis ini, bila mempunyai penyakit tertentu maka sebaiknya konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu. Tidak dianjurkan untuk penggunaan jangka panjang dan hanya digunakan untuk mengatasi penyakit ringan seperti alergi, luka luar atau sakit gigi.
Contoh obat : Chlorpheniramine (CTM).

Obat Keras memiliki Lambang obat dengan huruf “K” dengan lingkaran hitam dan berlatar belakang merah. Obat  jenis ini tidak bisa didapatkan tanpa menggunakan resep dari dokter dan hanya tersedia di apotik. Harap patuhi anjuran minum obat jenis ini dari dokter, kesalahan penggunaan dapat mengakibatkan keracunan, memperburuk kondisi penyakit dan menyebabkan kematian.
Contoh obat :  asam mefenamat, spasminal

Psikotropika (dahulu disebut juga OKT, Obat Keras Terbatas/Tertentu)  adalah zat atau obat baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika yang termasuk obat keras, tetapi bedanya dapat berkhasiat psikoaktif dengan     mempengaruhi Susunan Saraf Pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku / mempengaruhi aktivitas psikis. Logo obat ini sama dengan obat keras dan untuk mendapatkan obat golongan ini harus menggunakan resep dokter dan hanya tersedia di apotik.
Contoh obat :  metamfetamin, amfetamin, diazepam.

Narkotika memiliki logo seperti tanda plus dengan lingkaran berwarna merah. Penggunaan obat narkotika ini sangat ketat, hanya diperjual belikan di apotik dan harus menggunakan resep dokter. Efek yang ditimbulkan dari  golongan ini seperti mengurangi rasa sakit, menurunkan tingkat kesadaran, mati rasa serta dapat menimbulkan ketergantungan.
Contoh produk obat : Codipront- Obat Batuk dengan kandungan Kodein

Kenalilah obat-obatanmu sebelum kamu mengonsumsinya. Jangan sampai salah memilih golongan obat-obatan di atas, ya…..

by.Krisyanella,M.Farm.,Apt (Dosen DIII Farmasi-Poltekkes Kemenkes Bengkulu)

sumber : Permenkes RI Nomor 949/ Menkes/Per/VI/2000.